Posted by: NAFLA | December 7, 2009

HARI ANTI KORUPSI SEDUNIA 9 DESEMBER

HARI ANTI KORUPSI INTERNASIONAL (9 DESEMBER 2009) (Opiniku)

Ada wacana yang menarik menjelang hari Anti Korupsi Sedunia yang jatuh pada tgl 9 desember nanti. Hal yang menarik tersebut justru terjadi di negara kita Indonesia, yang masih terus dalam kondisi berduka karena keadilan serta kesejahteraan belum juga berpihak pada rakyat. Sebuah Negara yang katanya menjunjung tinggi azas kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia.
Mari kita tengok ke belakang sejenak, tepatnya sewaktu kampanye menjelang pesta demokrasi indonesia (PilPres 2009) kemarin. Presiden SBY yang dulu berkampanye tentang pemberantasan korupsi adalah salah satu hal yang utama menuju indonesia yang bersih, transparan, jujur serta capable dan tentunya untuk kesejahteraan rakyat. Setelah beliau menjadi Presiden untuk periode 2009 – 2014 pun program 100 harinya bersama dengan jajaran kabinet indonesia bersatu jilid II adalah Pemberantasan Korupsi dan Mafia – Mafia peradilan, membersihkan semua kabinet dari oknum – oknum yang korup yang hanya mementingkan diri sendiri sampai pada akhirnya satu demi satu kasus korupsi yang terjadi dan melibatkan elit politik pun mulai terungkap.
Kasus pembunuhan Nasruddin yang penuh kontroversi hingga menyeret pimpinan tertinggi KPK Antasari ke meja hijau, hingga kasus penyalahgunaan wewenang yang katanya dilakukan oleh pimpinan KPK yang lain yaitu Bibit dan Chandra yang ternyata hal tersebut penuh rekayasa sehingga diberi tajuk “Kriminalisasi KPK” yang ternyata di duga melibatkan banyak pihak tentunya dengan kepentingan politik masing – masing individu, Kejaksaan dan Kepolisian yang diduga ikut terlibat dalam hal kriminalisasi KPK serta keterlibatan mereka dalam kasus suap Anggoro dan adiknya Anggodo yang sampai sekarang pun belum ada titik terang. Hingga terjadi “perang bukti” antara Kejaksaan dan Kepolisian melawan KPK yang terkenal dengan istilah “Cicak melawan Buaya”. Yang akhirnya Bibit dan chandra-pun bebas dan sekarang sudah bertugas lagi sebagai Pimpinan KPK.Hingga kasus Korupsi atau “kejahatan perbank-kan” kalau boleh saya sebut demikian, karena kucuran dana yang mencapai 6,7 trilyun yang seharusnya digunakan untuk penyehatan dan penyelamatan perbankan indonesia terutama BANK CENTURY ternyata UANG TUNAI tersebut hilang entah kemana…????. PPATK yang seharusnya mempunyai kewenangan penuh untuk mengungkap seluruh aliran dana 6,7 trilyun pun terkesan diam saja, hingga ketika tim audit dari BPK melaporkan bahwa ada penyelewengan dana kucuran terhadap bank century, baru setelah itu PPATK melakukan laporan bahwa memang ada aliran dana yang “salah sasaran” itupun baru sedikit yang di ungkap oleh PPATK. Sebuah pertanyaan..Lalu bagaimana dengan nasib uang para nasabah yang disimpan di Bank Century yang sampai sekarangpun belum ada kejelasan..??Apakah PPATK takut dengan penguasa…?karena aliran dana tersebut diduga mengalir ke pejabat – pejabat tinggi negara..?? Sangat berbeda ketika PPATK mengunggkap dengan jelas aliran dana terhadap Kasus BLBI beberapa tahun silam. Sangat Ironi bukan…? Inikah yang dinamakan keadilan…??
Terlepas dari semua kasus yang semakin “panas” ini, tanggal 9 Desember nanti mamang akan ada DEMO memperingati hari anti korupsi sedunia yang sekali lagi untuk mengingatkan pemerintah indonesia terutama yang berkuasa agar menepati janji yang telah di ucapkan baik sewaktu kampanye maupun menepati program 100 hari-nya Kabinet Indonesia bersatu Jilid II. Akan tetapi belum lagi demo dilakukan ternyata sudah ada pihak – pihak yang mungkin akan menjadikan hal tersebut sebagai ajang untuk membuat kisruh suasana politik negara ini. Walaupun hal itu hanya sebatas rumor, akan tetapi… sekali lagi Presiden SBY membuat pernyataan yang menurut sebagaian orang hanyalah isu saja dan bisa membikin suasana menjadi panas sebelum waktunya, tetapi bagi sebagian lagi bisa membuat kuping panas juga. Pernyataan SBY tersebut mengenai DEMO tgl 9 nanti yang menurut data lengkap yang telah diperoleh oleh Presiden SBY akan ditunggangi kepentingan – kepentingan Politik yang menurut beliau akan merongrong “menggulingkan” kekuasaannya.
Pernyataan kontroversial ini adalah kali ketiga beliau mengungkapkan pernyataan – pernyataan yang dalam 2 kali pernyataan sebelumnya sama sekali tidak terbukti karena menggunakan data dan fakta yang tidak benar/tidak lengkap. Anda tentu masih ingat dengan pernyataan SBY mengenai pemboman J.W Marriot yang katanya akan berujung pada merongrong kekuasaan dan SBY adalah salah satu targetnya, selain itu pernyataan SBY waktu pertama kali Bibit dan Chandra diperiksa Peradilan, beliau mengatakan bukan mengkriminalisasikan KPK, tetapi memang ada oknum KPK yang harus ditindak, tapi ternyata juga tidak terbukti karena Bibit dan Chandra sekarang sudah bebas dan kembali menjabat sebagai pimpinan KPK. Nah…mengenai pernyataan Presiden SBY yang terakhir ini…anda sebagai rakyat berharap seperti apa..? Kalau benar, ya tinggal diselidiki kemudian tangkap dan di adili, akan tetapi kalau salah bagaimana..?? bukankah orang itu yang dipegang adalah omongannya…?? Apalagi beliau sebagai Presiden Indonesia yang ucapan serta petuah – petuahnya adalah yang di dengar dan di amini oleh seluruh rakyat Indonesia. Bukankah lebih baik data tersebut dibuka bersama dengan pihak Kepolisian dan pihak yang melakukan Demo sehingga bisa di antisipasi jika ada hal – hal yang keluar dari jalur demo yang telah disepakati (misalnya demo yang anarkis).
Harapan besar memang berada pada pundak Presiden dan Kabinetnya untuk 5 tahun kedepan, untuk menjadikan Indonesia benar – benar negara yang adil dan makmur serta sejahtera seluruh rakyatnya, keadilan yang dijunjung tinggi di atas segala -galanya bagi seluruh rakyat indonesia.
Mari kita jadikan momentum hari anti korupsi sedunia ini untuk bangkit dan berkembang untuk menjadi negara yang benar – benar memberantas korupsi sampai ke akar – akarnya, negara yang memberikan rasa keadilan yang nyata bagi seluruh rakyat indonesia, Negara yang aparatnya selalu mengayomi dan mengutamakan kepentingan rakyatnya serta menjadi negara sesuai dengan cita – cita para pendiri bangsa indonesia yang sudh jelas digariskan dan dituangkan dalam Pancasila dan UUD 1945.
Yang terakhir adalah selalu berpikiran positif agar hal – hal yang positif selalu menang dalam pribadi kita masing – masing.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: