Posted by: NAFLA | November 11, 2009

Puisi dan Syair Kehidupan

Makna Sebuah Bencana
Diam…., bukan tidak ingin bicara
Mendengar…, tentu bukan melihat
Merasa…, belum tentu tidak memperhatikan
Ketika Bumi Pertiwi menangis dan menjerit karena di injak – injak ketidak-adilan
Ketika gunung – gunung menumpahkan lahar amarahnya
Dan ketika hutan – hutan yang gersang pun ikut terbakar amarahnya
Bahkan…, Langitpun berteriak dengan kilatan petir yang menggelegar membelah angkasa…
Menyisakan sebuah bencana…
Menaburkan aroma luka…
Benih – benih kesedihan dan kepedihan yang tlah lama tertanampun ikut terbakar
Tuhan…., Kapankah smua ini akan berakhir…?
Ketika tangan dan kaki ini terbelenggu dosa…
Ketika Mulutpun terkunci tak lagi bisa berucap…
Dan ketika smua indra manusia t’lah terkunci…
Hanya hati inilah yang bisa berbicara..
Dalam sujudku.., hati ini berkata..
“Tuhan…, sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk-MU

Responses

  1. your poet is great.

  2. aq sk bhs puisi,indah penyampaiannya,dan makna padat .

  3. Tak mantap


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: