Posted by: NAFLA | July 27, 2009

Pernyataan SBY serta Gugatan JK-Win dan Mega Pro terhadap Keputusan KPU

Pernyataan SBY Justru Perkuat Gugatan JK-Win dan Mega Pro

JAKARTA, KOMPAS.com – Pernyataan Susilo Bambang Yudhoyono yang mengakui pelaksanaan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 8 Juli lalu ada kekurangan dan kecurangan memperkuat Tim Advokasi Hukum Pasangan Muhammad Jusuf Kalla-Wiranto mengajukan dasar gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Gugatan hukum pasangan JK-Win ke MK bakal diajukan Senin sore.
Adapun dengan alasan ingin lebih memperkuat bukti dan materi gugatan, pasangan Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Soebianto tidak mau terburu-buru mengajukan gugatan ke MK. Gugatan baru diajukan ke MK, Selasa pagi mendatang.

Demikian disampaikan Koordinator Tim Advokasi Hukum Kampanye Nasional Pasangan JK-Win Chairuman Harahap dan Koordinator Tim Hukum dan Advokasi Nasional Pasangan Mega Pro Gayus Lumbuun secara terpisah kepada Kompas, Minggu kemarin (26/07) di Jakarta. “Apa yang disampaikan SBY kemarin di Cikeas, merupakan pengakuan bahwa pilpres yang diselenggarakan berjalan belum benar, karena dipahami adanya kekurangan dan kecurangan. Ini memperkuat kami untuk mengajukan gugatan, karena SBY sebagai capres mengakui hal itu sehingga membuka ruang terjadinya sengketa hukum,” papar Chairuman.
Usai pengumuman hasil pilpres, Sabtu (25/7), SBY menyatakan di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, memahami dan dapat menerima adanya kekurangan dan kecurangan pemilu (voting irregularities). Kekurangan dan kecurangan itu bukan khas Indonesia yang perlu dikoreksi dan diselesaikan lewat mekanisme demokrasi yang telah disepakati. (Kompas, 26/7).

Bersifat masif
Dikatakan Chairuman, pokok gugatan yang bakal diajukan Pasangan JK-Win ke MK terdiri dari dua. Selain persoalan mendasar terkait Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan pengurangan Tempat Pemungutan Suara (TPS),
juga dugaan kecurangan dan pelanggaran selama pelaksanaan pilpres. “Dengan demikian dugaan kecurangan dan pelanggaran pilpres itu dapat digolong bersifat masif,” kata Chairuman.
Terkait dugaan kecurangan dan pelanggaraan pilpres, pasangan JK-Win mencatat adanya 153 kasus. Kasus itu terdiri dari sudah ditandatanganinya formulir C1 sebelum pilpres, perbedaan angka hasil TPS, intimidasi aparat, politik uang hingga kampanye hitam dan lainnya. “Semalam Tim Advokasi Hukum Kampanye Nasional Pasangan JK-Win sudah rapat dan memutuskan untuk mengajukan gugatan hukum ke MK,” ujar Chairuman.
Menurut Chairuman, pokok gugatan JK-Win adalah dasar perhitungan yang dipakai oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) berdasarkan DPT. “Kekisruhan DPT yang dipakai KPU untuk menghitung, sebenarnya tidak jelas karena DPT-nya memiliki nama ganda. Tercatat ada lebih dari 20 juta nama ganda dalam DPT. Bagaimana bisa dijadikan dasar pemilihan dan alat ukur oleh KPU? Apakah itu valid?” tanya Chairuman.
Apalagi, tambah Chairuman, hasil penyisiran bersama pasangan JK-Win dan Mega Prabowo dengan KPU, yang menemukan nama ganda dalam DPT belum dimutakhirkan lagi oleh KPU ke TPS-TPS. “Sesuai ketentuan, dalam waktu 30 hari KPU belum juga memutakhirkan DPT,” tandas Chairuman. Diharapkan oleh Chairuman, MK dalam proses persidangan sungguh-sungguh melihat dan mempertimbangkan semua bukti yang diajukan sehingga MK dapat mengawal proses demokrasi dan konstitusi yang benar-benar sesuai dengan semangat reformasi.

“Putusan MK akan menentukan jalannya demokrasi di Indonesia di masa datang,” ungkap Chairuman. Juru Bicara Pasangan JK-Win Yuddy Chrisnandi menambahkan, masalah mendasar yang penting adalah DPT.  ” Masalah DPT terkait dengan soal pemilih dan yang akan dipilih. Ibaratnya, kalau yang dipilih (capres dan cawapres) memiliki ijasah palsu, tentu KPU bisa membatalkan. Begitu juga kalau pemilihnya tidak jelas dan terjadi kekisruhan, maka mereka yang dipilih bisa dipertanyakan apakah pilihannya itu absah atau tidak?” kata Yuddy.

Mega-Pro Bagi 3 Kelompok
Sementara, Gayus Lumbuun mengatakan ada tiga kelompok yang dijadikan dasar gugatan ke MK. Pertama tentang perselisihan suara hasil pilpres, yang memang menjadi kewenangan MK. “Secara random, bukti dugaan kecurangan dan pelanggaran ada di hampir semua provinsi,” kata Gayus.
Kelompok kedua, tambah Gayus, terkait kualitas pelaksanaan pilpres, yang dinilai di bawah standar ketentuan undang-undang (UU). “Contohnya, kemampuan KPU untuk memutakhirkan data DPT. Kami memiliki tiga surat keputusan (SK) KPU yang berubah-ubah soal DPT. Juga adanya pengurangan TPS (regrouping) yang menyebabkan hilangnya sekitar 37.500 pemilih tidak tercatat di TPS,” jelas Gayus.
Menurut Gayus, kelompok ketiga gugatan adalah fakta-fakta yang disampaikan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Komisi Nasional HAM terkait laporan kecurangan dan pelanggaran pilpres serta penghilangan hak memilih. “Bawaslu pernah menyatakan rapot KPU merah,” ujar Gayus.
“Kelompok keempat adalah pengakuan SBY sendiri tentang kekurangan dan kecurangan pilpres baru-baru ini,” lanjut Gayus.
Semoga apapun hasil gugatan nanti, sebuah keputusan final yang lebih mementingkan kepentingan rakyatlah yang harus di utamakan, karena minggu – minggu ini ramai sekali tentang rebutan jatah kursi bagi anggota dewan yang terpilih dalam pemilu Legislatif kemarin dan yang menjadi sengketa adalah jatah kursi di Parlemen bagi ParPol – ParPol kecil yang ikut berkoalisi. Sungguh ironi kalau menurut saya, karena ternyata mereka lebih mementingkan urusan pribadi mereka daripada mengurusi kepentingan rakyat yang jelas – jelas telah memilih mereka.
Renungkan, hayati dan silahkan anda ambil makna dari masing – masing kondisi ekonomi dan politik di negara kita Indonesia. Semoga sebuah sistem perekonomian yang Pro rakyat akan lebih dilanjutkan dan di utamakan dengan target percepatan pertumbuhan ekonomi yang jauh lebih cepat lebih baik…Aamiin.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: