Posted by: NAFLA | July 13, 2009

Syair Puisi dan Refleksi Diri

Kata – Kata Tanpa Makna

Ketika sang Bulan mengintip di balik awan.
Memancarkan seberkas sinar, menerangi jalan yang hilang.
Memudarkan bayang – bayang semu yang tampak di kejauhan.
Meninggalkan jejak langkah kaki yang kian lama semakin menghilang.

Ketika tiupan angin menarik lembut daun – daun di atas awan.
Menolak atau mengikuti kata hati untuk ikut terbang tinggi di atas awan.
Meniggalkan sebuah ikatan, meniggalkan suatu kenangan, memudarkan sebuah impian.
Mungkinkah sang pohon akan melepaskan daun tuk terbang tinggi dan menghilang…

Nyanyian Suara Hati

Tetesan embun yang jatuh di atas dedaunan
Mengiringi nyanyian rindu disela – sela dinding hati manusia
Riuh rendah di antara palung – palung hati
Semakin tinggi menuju negeri di atas awan

Hatiku terusik, mendengar rintihan dan jeritan hati seorang manusia
Menusuk dalam sampai pada jantung hati kehidupan
Meniggalkan lubang – lubang kesedihan di dinding – dinding hati
Yang semakin lama semakin dalam, hingga suara hati ini tak lagi bisa berirama…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: