Posted by: NAFLA | July 11, 2009

Evaluasi dan Refleksi Diri Terhadap Hasil Pemilu Presiden 2009

pilpres2009Evaluasi dan Refleksi Diri Terhadap Hasil Pemilu Presiden 2009

Sebuah hasil yang luar biasa terhadap pilpres 2009 yang telah dilaksanakan pada tanggal 08 juli 2009 kemarin, baik bagi para pemilih ( warga negara yang ikut mencontreng ), terutama bagi ketiga Capres dan Cawapres yang ikut dalam kompetisi, yang mana PilPres kemarin dapat dilaksanakan dengan cara yang sangat demokratis, walaupun masih ada beberapa “pelanggaran” yang terjadi karena hal – hal yang sebenarnya dan seharusnya bisa diselesaikan jauh hari sebelum PilPres dilaksanakan. Hal tersebut tentunya harus diselidiki dengan cara yang tepat dan adil serta harus diselesaikan secara hukum apabila memang terjadi kecurangan – kecurangan baik sebelum atau selama PilPres berlangsung.
Bagi Capres kubu Mega-Pro, hasil sementara Quick Count yang diperoleh kurang lebih 28-29% menurut saya adalah hasil yang wajar, hasil tersebut merupakan gabungan antara suara PDIP dan Gerindra pada Pemilu Legislatif kemarin, kalaupun ada lebihnya itu merupakan sukses tersendiri dari Tim Sukses yang dibentuk oleh Mega-Pro. Sedangkan bagi kubu SBY-Budiono, perolehan suara sementara Quick Count yang mencapai lebih dari 60% adalah hasil yang luar biasa, karena kesuksesan Tim SBY-Budiono yang mampu merangkul semua kalangan dan golongan serta mampu membentuk sebuah koalisi kebangsaan terhadap hampir seluruh partai peserta pemilu legislatif kemarin (selain partai yang telah berkoalisi dengan PDIP dan Golkar). Jika hasil perhitungan quick count LSI dan lembaga – lembaga survei lainnya adalah sama dengan hasil perhitungan yang akan dikeluarkan secara resmi oleh KPU satu bulan ke depan, maka PilPres 2009 ini tentunya hanya akan dilaksanakan satu putaran saja. Dengan hasil tersebut maka sudah jelas bahwa Presiden terpilih adalah SBY
dan Budiono sebagai Wakilnya, karena perolehan suara kubu SBY-Budiono melebihi angka 50%. Selamat jika memang SBY-Budiono adalah pemenang daripada PilPres 2009 ini.
Yang menarik adalah hasil perolehan suara pada kubu JK-Wiranto yang menurut saya jauh menurun di bawah prediksi semua orang bahkan jauh di bawah prediksi dari kubu JK-Wiranto sendiri, karena jika kita melihat ke belakang kembali, hasil perolehan suara dari Golkar dan Hanura pada Pemilu Legislatif kemarin jika di gabungkan seharusnya kurang lebih 20%, tetapi pada PilPres 2009 ini kubu JK-Wiranto sementara hanya memperoleh suara kurang lebih 10-12% itu menurut hasil Quick Count dari berbagai lembaga survei yang ada di indonesia. Hal tersebut tentunya akan menjadi sebuah evaluasi yang mendasar bagi kubu Golkar khususnya, sebuah pertanyaan pun timbul, ini kesalahan siapa? kemana sisa suara koalisi JK-Win? apa kesalahan tim sukses kubu JK-Win? apa kesalahan tim yang mengangkat JK sebagai Capres? Tentunya pihak internal dari masing – masing Partai lebih faham dan lebih mengetahui.
Terlepas dari kemenangan sementara kubu SBY dan tentunya kekalahan sementara kubu Mega-Pro dan kubu JK-Win dan apabila hal itu benar – benar terjadi, tentunya kita harus tetap berbesar hati dan dengan kepala dingin untuk selalu dapat menerima sebuah kekalahan (kegagalan) dari sebuah kompetisi yang kita ikuti. Sesuai dengan iklim dan sistem demokrasi yang berkembang dan di anut oleh bangsa indonesia, tentunya pihak yang kalah harus mengakui dengan ikhlas dan apabila terjadi kecurangan harus di usut sampai tuntas dan diselesaikan dengan se-adil adilnya serta jika ditemukan sebuah pelanggaran hukum, maka harus diselesaikan secara hukum pula. Sebuah kompetisi itu sudah pasti ada yang menang dan tentunya ada  yang kalah / gagal. Kekalahan adalah sebuah keberhasilan atau kemenangan yang tertunda, mengakui kekalahan adalah lebih arif dan lebih bijaksana ketika kita bisa memposisikan diri dalam menggunakan otak
kita untuk berfikir menggunakan Logika atau menggunakan Emosi, karena kompetisi akan terus berlanjut hingga PilPres 2014 nanti.
Sedangkan bagi pemenang PilPres 2009 ini, tentunya tugas masih banyak dan lebih besar ke depan sudah menunggu, selain harus merealisasikan janji – janji yang di lontarkan dan di ucapkan ketika berkampanye, tentunya ada kewajiban yang harus segera diselesaikan, terutama tugas kita untuk mensejahterakan seluruh rakyat indonesia, mengentaskan rakyat indonesia dari garis kemiskinan serta mencerdaskan kehidupan bangsa yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia, menata kembali perekonomian bangsa serta iklim politik yang lebih adil, kondusif dan lebih bijaksana. Harapan saya adalah pemenang PilPres 2009 ini mampu membentuk sebuah kekuatan kabinet yang besar yang benar – benar di isi oleh orang – orang cakap, cerdas, ahli di bidangnya masing – masing serta memiliki kredibilitas yang tinggi yang tentunya lebih mementingkan kepentingan dan urusan rakyat dari pada urusan atau kepentingan pribadi masing – masing.
Semoga Presiden yang terpilih benar – benar menggunakan hati dan nurani dalam memilih orang – orang yang akan duduk di pemerintahan serta membuang jauh – jauh KKN. Sehingga bisa membawa bangsa indonesia menjadi negara yang lebih berkembang dan maju serta di segani oleh negara – negara di dunia.
Terakhir, hal yang menurut saya sangat baik dan perlu dilakukan oleh Pemenang PilPres 2009 ini adalah mengkombinasikan,meralisasikan dan mengambil program – program serta janji – janji politik yang baik dan secara logika dan akal bisa segera dilakukan dari lawan politik mereka ketika berkampanye. Sukses untuk PilPres 2009 yang telah dilaksanakan..Keep Positif thinking.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: