Posted by: NAFLA | June 25, 2009

TAN MALAKA Pahlawan Peletak Dasar Negara

tan malaka2TAN MALAKA Pahlawan yang Hilang atau “Sengaja Dihilangkan”

Sejarah bangsa indonesia pada masa – masa kemerdekaan memang seperti benang yang kusut, sangat sulit untuk di rangkai dan ditelusuri. Apalagi pada masa Orde Baru yang “dengan sengaja” memutar balikkan fakta – fakta sejarah, sehingga kita dan seluruh rakyat indonesia telah di doktrin dan disuruh mempelajari semua hal tentang sejarah bangsa indonesia seperti kemauan Pemerintah yang berkuasa pada waktu itu. Sungguh ironi dan memilukan ketika banyak para pemerhati sejarah yang ingin mengungkap kebenaran tentang sejarah bangsa indonesia malah dilarang bahkan di intimidasi.
Terlepas dari itu semua, tahukah anda dengan sosok seorang pahlawan yang juga mencetuskan ide atau konsep kemerdekaan RI, TAN MALAKA..? Beliau adalah putra bangsa dari suku Minangkabau Sumatera Barat dan tanggal 2 juni 1897 beliau dilahirkan. Sejak tahun 1921 Tan Malaka telah terjun dalam kancah politik praktis dengan mengumpulkan pemuda – pemuda komunis untuk berdiskusi mengenai pergerakan revolusioner terhadap pemerintahan Hindia Belanda, beliau juga mendirikan kursus – kursus bagi para anggota PKI dan SI mengenai ajaran komunis, strategi dan aksi gerakan komunis, keahlian berbicara serta mengenai kepemimpinan, walaupun demikian beliau juga dikenal sebagai seorang Muslim yang ta’at.  Sungguh beliau seorang yang misterius dan kontroversial dalam kancah perjuangan bangsa Indonesia.Tidak berhenti disitu saja, Juni 1927 beliau mendirikan Partai Republik Indonesia (PARI) di ibukota Thailand. Dua tahun sebelumnya beliau menulis dan menerbitkan buku “Menuju Republik Indonesia” (beliau pemikir dan konseptor pertama tentang NKRI), karena baru enam tahun kemudian Hatta menulis buku “Mencapai Indonesia Merdeka”, bahkan Sang Proklamator Bung Karno pun baru menulis buku “Ke arah indonesia Merdeka” setelah delapan tahun buku Tan Malaka beredar. Begitu membaranya semangat serta perjuangan revolusi beliau untuk indonesia, hal itu juga yang membuat Bung Karno kaget dan kagum terhadapnya.
Pergerakan Tan Malaka terus berlanjut dengan mendirikan Persatuan Perjuangan (PP). PP adalah sebuah kelompok yang bergerak dalam bidang politik yang sangat menentang perundingan Indonesia – Belanda, karena jelas – jelas merugikan bangsa indonesia. Hingga pada hasil perundingan Linggarjati 1947 dan Renville 1948 yang jelas membuat Wilayah RI semakin sempit, karena akan menjadi negara – negara bagian. Protes keras PP membuat pemerintah menganggap itu sebuah tindakan makar, sehingga tahun 1946 beliau menjadi tahanan rumah, tahun 1948 beliau dipenjara. begitu banyak tempat pengasingan atau penjara yang pernah di huni oleh Tan Malaka mulai dari Solo, Yogyakarta, Mojokerto, Magelang, Ponorogo dan madiun dan pada tanggal 17 Agustus 1948 Tan CS mendapat grasi dari Presiden. Seandainya pada waktu itu Bung karno tidak berada dalam pengasingan tentunya kejadian yang menimpa Tan CS mungkin tidak akan terjadi. Sesudah tahun 1948 memang tidak banyak yang terungkap peristiwa demi peristiwa yang dialami oleh Tan Malaka, hingga pada tahun 1949, muncul berita baik di surat kabar nasional maupun internasional bahwa “the Legend” Tan Malaka telah di eksekusi mati. Misalnya pada berita Majalah Times tertanggal 4 Juli 1949 muncul tulisan : “The Republicans dressed up their account of Tan’s execution with details. Tan, they said, was executed by a firing squad April 9, near Blitar, in East Java. The Republicans also reported that they had executed three other Communist chieftains: former Premier Amir Sjarifoedin, R. M. Suripino, a former Republican diplomat, and a Communist Party secretary named Hadjono”. Kekuasaan apakah yang telah mengadilinya dan menghukum matinya itu ? Kalau saja Soekarno yang sedang di buang di bangka sampai Juli 1949, sudah kembali berkuasa, tentu eksekusi ditepi Kali Brantas tersebut tidak akan terjadi. Dia pasti membela orang yang dianggap gurunya tersebut. Itulah perjuangan Tan Malaka yang tanpa pamrih untuk cita – cita besar mempersatukan bangsa indonesia, bahkan beliau disejajarkan dengan para tokoh pejuang dunia diantaranya : pejuang Kuba, Che Guevara, bahkan ada yang sandingkan Tan Malaka dengan Jose Rizal, bapak bangsa Filipina. Banyak sekali sejarawan serta peneliti baik itu dari dalam negeri terutama dari luar negeri yang begitu mengagumi sosok seorang TAN MALAKA yang mungkin sengaja dihilangkan atau dilupakan oleh bangsanya sendiri. “Dimanapun jasad dan kuburanmu berada, Engkau adalah benar – benar seorang Pahlawan bagi bangsa Indonesia” [dari berbagai sumber].


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: