Posted by: NAFLA | June 22, 2009

Berdamailah Indonesia dan Malaysia

Berdamailah Indonesia dan Malaysia (opiniku)ambalat02r2

Setelah perundingan antar kedua negara belum mencapai kesepakatan atas sengketa kepemilikan blok Ambalat. Keadaan memang kembali memanas, yang mana pihak pemerintah Malaysia tetap mengklaim atas blok Ambalat tersebut. Menanggapi hal itu, Menhan mengatakan bahwa  ” RI tidak gentar terhadap manuver yang dilakukan oleh Malaysia”. Tetapi apakah hal tersebut akan membuat Malaysia takut..? jawabannya adalah “tidak”, kenapa..? karena mari kita melihat ke belakang sejenak, lepasnya / jatuhnya pulau Sipadan dan Ligitan ke tangan Malaysia beberapa tahun lalu atas keputusan Mahkamah Internasional itu semata – mata bukan karena RI tidak memiliki bukti – bukti otentik serta bukti – bukti sejarah, melainkan atas dasar effective accupation, karena pihak Malaysia sudah membangun cottage dan resort di kedua pulau tersebut.
Atas dasar itulah seharusnya bangsa indonesia dalam hal ini Pemerintah RI harus menerapkan langkah yang serupa jangan sampai didahului oleh Malaysia, yakni dengan melakukan effective accupation terhadap blok Ambalat tersebut sebagai bukti kedaulatan kita di sana, yang tentunya dengan pengawalan ketat TNI. Misalnya dengan melakukan eksplorasi minyak atau mengaktifkan para nelayan indonesia untuk kembali melaut di wilayah tersebut.
Sungguh, kawasan blok Ambalat memang memiliki kekayaan alam yang luar biasa, terutama kandungan minyak yang diperkirakan mencapai 700juta hingga satu miliar barel serta kandungan gas yang mencapai lebih dari 40 triliun kaki kubik (TCF). Yang dikhawatirkan adalah jika konflik ini dibiarkan berlarut – larut dan tidak disikapi secara hati – hati, bukan tidak mungkin akan terjadi perang terbuka diantara dua negara muslim yang bertetangga ini. (semoga hal ini tidak terjadi).
Seharusnya pihak Malaysia harus mengakui bahwa blok Ambalat adalah murni milik Indonesia, karena klaim Malaysia terhadap blok Ambalat itu jelas – jelas bertentangan dengan hukum internasional yang ada dan dunia internasional pun mengakui bahwa blok Ambalat adalah termasuk dalam wilayah teritorial Indonesia. Hal ini dapat dibuktikan dari software peta bumi dan foto satelit yang dilansir oleh Google Earth (pada gambar di atas, garis kuning tebal adalah batas wilayah kedua negara ).
Tetapi kenapa atau mengapa pihak pemerintah malaysia tetap merusaha mengklaim blok Ambalat tersebut..? Adakah pihak – pihak yang ingin memperkeruh keadaan, yang berupaya untuk membenturkan Indonesia dan Malaysia dalam konflik yang berkepanjangan..? Bukankah situasi ini mirip dengan yang terjadi di Timur Tengah, dimana antar negara islam saling berebut wilayah yang kaya akan kandungan Migas, yang akhirnya perang saudarapun terjadi. Intinya adalah bahwa ada pihak “Asing” yang ingin menguasai kekayaan Migas yang begitu besar di blok Ambalat ini. Ingat..! pihak “Asing ” ini telah menguasai sebagian besar Migas di wilayah Timur Tengah, hal itu jangan sampai terjadi di Indonesia. Dan jika perang terbuk terjadi, maka kedua negara akan sama- sama mengalami kerugian yang besar baik itu biaya, waktu serta tenaga dan manusia, tetapi yang paling menderita adalah rakyat. Dan jika konflik ini tanpa solusi, maka bisa jadi blok Ambalat ini akan di internasionalisasi oleh badan dunia, jika hal itu terjadi baik itu Malaysia terutama Indonesia akan mengalami kerugian yang besar karena sama- sama tidak bisa mengekplorasi Migas dan kekayaan lainnya di blok Ambalat ini. Sementara yang diuntungkan adalah pihak – pihak yang memiliki pengaruh besar di badan – badan dunia, baik itu Mahkamah internasional, PBB atau yang lainnya.
Olrh karena itu, membangun kesadaran dan mencari solusi adalah jawabannya, tetapi jika kita tidak dapat berfikir secara arif dan rasional, maka solusi tidak akan pernah bisa dicapai.
Indonesia dan Malaysia adalah sama – sama negara besar, yang mayoritas penduduknya beragama islam (muslim), jadi kedua negara ini adalah bertetangga dan saling menjalin hubungan bilateral secara kenegaraan, bersaudara karena sama – sama beragama islam secara mayoritas. Mari kita cari akar permasalahan serta duduk persoalan yang sebenarnya tanpa campur tangan pihak asing, diplomasi mungkin adalah jalan keluar terbaik, yakni dengan cara mengembalikan penguasaan wilayah Ambalat itu kepada pihak pertama yang lerbih dulu menguasai wilayah tersebut, yaitu Indonesia. Prinsip ini sesuai dengan hadits Rasulullah SAW; yang artinya “Mina adalah hak bagi siapa saja yang lebih dulu sampai”(H.R. Hakim, ibn Huzaimah, ibn Majah, at-tirmidzi, dan al-baihaqi).
Dengan hadits tersebut seharusnya pihak Malaysia sadar dan faham, karena Malaysia merupakan negara islam yang besar yang menjunjung tinggi nilai – nilai agama islam secara keseluruhan. Bukankah Malaysia juga menerapkan hukum islam di dalam pemerintahannya…?lalu kenapa untuk kasus Ambalat ini Malaysia begitu keras kepala..? Mengapa mereka (Malaysia) benar – benar menutup mata terhadap nilai – nilai kebenaran dan keadilan..? karena jika kita lihat jauh ke belakang, pada masa kesultanan Balungan (sekarang menjadi salah satu kabupaten di Kaltim) Ambalat itu merupakan wilayah kesultanan Balungan. Artinya pemerintah indonesia harus bisa membuktikan kepada Malaysia, bahwa berdasarkan hukum kelautan serta hukum internasional dan juga aspek / bukti sejarah yang ada, Wilayah Ambalat merupakan hak dan milik bangsa indonesia. Dan berdasarkan bukti -bukti tersebut seharusnya pemerintah malaysia berbesar hati menerima kebenaran yang nyata itu. http://www.tandef.net/google-earth-pun-mengakui-ambalat-milik-indonesia dan (dari berbagai sumber)


Responses

  1. setuju sekali saya kalo
    sepertinya kita dan malaysia d provokasi


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: