Posted by: NAFLA | June 16, 2009

Duel Tiga Mantan Jendral pada PilPres 2009

sby-prabowo-wirantoPERTARUNGAN 3 MANTAN JENDRAL PADA PILPRES 2009

Ada yang menarik dalam PilPres 2009 ini, yang mana dari ketiga calon yang maju baik itu menjadi Capres ataupun Cawapres terdapat 3 mantan jendral besar yang sangat berpengaruh.
Dari kubu Partai Demokrat dan koalisinya mengusung Purnawirawan Jendral TNI AD Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Capres, yang mana beliau saat ini juga masih menjabat sebagai Presiden RI atas kemenangannya pada PilPres 2004 yang lalu. Beliau merupakan lulusan pasukan elit Ranger AS serta lulusan terbaik dari AkMil tahun 1973. Sederet jabatan penting pernah di sandangnya, juga berbagai prestasi serta pelatihan di luar negeri juga pernah di ikutinya. Kali ini SBY akan di dampingi oleh Budiono sebagai Cawapres yang merupakan seorang Ekonom yang menurut beberapa orang, Budiono adalah seorang Ekonom yang menganut paham Neo liberalisme. sebuah paham ekonomi yang tidak pro kerakyatan.
Dari kubu PDIP dan koalisinya, mereka mengusung seorang Megawati Soekarno Putri kembali sebagai Capres dan beliau didampingi oleh seorang mantan jendral TNI AD Prabowo Subianto, karir Prabowo begitu cepat melesat tetapi juga tiba – tiba runtuh dalam sekejap. Prabowo Subianto Djojohadikusumo, lulusan Akademi Militer tahun 1974. Sepak terjang Prabowo memang luar biasa, beliau adalah anggota pasukan Korps Baret Merah (KOPASSUS) satuan paling elit milik TNI AD. Beliau meniti karir di kopassus, mulai dari komandan peleton sampai menjadi Komandan Jendral Kopassus dengan pangkat Mayor Jendral, beliau memiliki sikap yang sangat tegas serta ambisi yang besar, hal tersebut juga diakui oleh para anggotanya. Bahkan untuk latihan, beliau sering merogoh koceknya sendiri. Mengenai pengalaman tempurnya sudah tidak perlu diragukan lagi. Mulai dari Timor – Timur hingga pedalaman Irian pernah dijalaninya. Bahkan beliau juga memimpin operasi pembebasan sandera yang dilakukan oleh Organisasi Papua Merdeka. Prabowo juga mengembangkan Kopassus dari tiga grup menjadi lima grup, termasuk membentuk pasukan anti teror Kopassus yang disebut – sebut sebagai satuan yang terbaik di Dunia. Hal tersebut tidak terlepas karir pendidikan beliau yang merupakan lulusan sekolah antiteror GSG di Jerman Barat. Selain itu beliau juga lulusan pendidikan pasukan elit di Fort Braggs, AS. Karir militer Prabowo memang dihabiskan di pasukan tempur. Sebagai Panglima Kostrad telah disandangnya, hingga sampai Prabowo tersandung kasus isu pelanggaran HAM tahun 1998. Ia dicap sebagai dalang penculikan para aktivis, akhirnya karirnya pun berhenti lebih cepat.
Beliau kembali ke kancah politik dengan menjadi Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra. Karena perolehan suara yang kecil yaitu 4,5% pada Pemilu Legislatif kemarin, sehingga beliau harus legowo menjadi Cawapres dari Capres Megawati.
Wiranto merupakan lulusan AMN 1968, kemudian mengikuti pendidikan yakni Susscarcab Infantri, Suslapa Infantri, dan Sekolah Staf dan Komando TNI AD serta Lemhanas. Karir beliau mulai menanjak ketika menjadi ajudan Presiden Soeharto, kemudian beliau menjadi Pangdam Jaya setelah itu Panlima Kostrad, KSAD dan karirnya pun mulus sampai akhirnya menjadi Panglima ABRI.
Wiranto selalu dikait – kaitkan dengan peristiwa Mei 1998, yang mana beliau dicap tidak mampu menjaga stabilitas keamanan negara, karena pada saat kerusuhan di Jakarta terjadi, beliau malah berada di Malang. Namun hal itu tidak berpengaruh terhadap karirnya, karena ketika Presiden Soeharto turun dan digantikan oleh Habibie, beliau tetap memegang jabatan sebagai Panglima ABRI. Beliau juga pernah menjabat Menkopolkam pada masa Presiden Gus Dur tapi akhirnya mengundurkan diri. Pada tahun 2004 sempat ikut bertarung dalm PilPres yang kemudian dimenangkan oleh SBY. Dan dalam PilPres 2009 ini, melalui partai Hanura beliau digandeng oleh Jusuf kalla dalam Pilpres 2009 ini sebagai Cawapres dari Jusuf Kalla.
Menilai dari ketiga mantan jendral tersebut, karir yang paling mulus memang ada pada SBY dan Wiranto, tetapi jika  dilihat dari Sepak terjang serta prestasi yang diraih ketiganya, menurut saya pribadi Prabowo lebih unggul diantara SBY dan Wiranto.
Terlepas dari itu semua, isu – isu politik menjelang Pilpres 2009 memang semakin memanas. Bahkan isu – isu yang seharusnya sudah tidak relevan lagi untuk dibahas atau dimunculkan, tetap coba dimunculkan lagi oleh masing – masing peserta PilPres 2009 ini.
Mari kita sebagai warga negara yang memiliki hak untuk menentukan pilihan, kita ambil sisi positifnya dari ketiga peserta PilPres 2009 ini. Masa depan bangsa indonesia ada ditangan kita, gunakan hak pilih kita berdasarkan hati dan nurani kita masing – masing tanpa paksaan dan tanpa intimidasi dari berbagai pihak yang ingin menggunakan cara – cara kotor untuk memenangkan Pemilu 2009 ini. Sukses untuk PilPres 2009. (dari berbagai sumber)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: