Posted by: NAFLA | June 12, 2009

INDONESIA vs MALAYSIA (opiniku)

Lagi – lagi persoalan dengan Malaysia yang untuk kedua kalinya mau mengklaim sebuah wilayah kepulauan di indonesia menjadi milik Malaysia. Masih segar dalam ingatan kita bahwa tahun 2002 (17 Desember 2002) yang mana dalam Sidang International Court and Justice (ICJ) pada tanggal 17 Desember 2002 telah memutuskan bahwa Pulau Sipadan dan Ligitan yang sejak tahun 1970-an menjadi sengketa antara Malaysia dan Indonesia, secara resmi menjadi milik Malaysia. Kedua negara memang telah menunjukkan argumen masing – masing serta bukti – bukti sejarah mengenai “kepemilikan” kedua pulau Sipadan dan Ligitan dalam Sidang International Court and Justice (ICJ) yang pada akhirnya Malaysia-lah yang berhak atas kedua pulau tersebut.
Pulau Sipadan dan Ligitan memang bukan pulau yang sangat besar, tetapi pada hakikatnya kedua pulau tersebut memiliki kekayaan alam yang luar biasa baik di bidang kelautan, perikanan ataupun dalam bidang pariwisata, sehingga jika dikelola dengan baik oleh pemerintah yang tentunya dengan melibatkan masyarakat sekitar, maka hal itu tentu akan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat yang tinggal di pulau – pulau wilayah perbatasan. Mari kita rubah, kita kembangkan dan kita berdayakan seluruh masyarakat yang tinggal di seluruh pulau – pulau perbatasan indonesia agar kejadian yang tentunya mengejutkan bagi masyarakat indonesia mengenai terlepasnya pulau Sipadan dan Ligitan tidak akan terulang lagi terutama pada kasus yang masih hangat dibicarakan dan masih menjadi sengketa akan kepemilikan pulau Ambalat tidak akan pernah terjadi lagi. Semakin memanasnya ketegangan antara Indonesia dan Malaysia ini dipicu pihak Malaysia yang kembali melakukan Patroli di wilayah perairan Ambalat yang merupakan milik Indonesia. Bahkan untuk meredakan ketegangan kedua negara, dari pihak Malaysia mengutus Panglima Angkatan Tentara Malaysia Jenderal Dato Sri Abdul Aziz Zainal berkunjung ke Indonesia untuk bertemu dengan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono. Dalam pertemuan yang kurang dari 1 jam tersebut, Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono meminta agar pihak Malaysia menarik pasukan lautnya dari wilayah sengketa dan mengurangi patroli di wilayah perairan Ambalat tersebut. Hal ini mungkin akan bisa meedakan ketegangan kudua negara yang sebenarnya masih satu rumpun. Dan apakah penyelesaian blok Ambalat ini harus di meja perundingan lagi…? Bagaimana dengan sikap Pemerintah kita…? Dan bagaimanakah sikap atau tindakan yang harus kita lakukan untuk sebuah wilayah atau pulau yang sudah jelas merupakan milik bangsa indonesia..? Bagaimana dengan kasus TKI..? Kasus Manohara yang masih panas…? Apakah kita harus diam dan legowo dengan semua tindakan yang telah dilakukan oleh Malaysia terhadap Indonesia… Kita sebagai bangsa yang besar yang dibangun dengan ribuan bahkan jutaan nyawa melayang hanya untuk satu Negara Kesatuan Republik Indonesia…!! Semoga pada Pemilu Presiden yang akan datang, akan melahirkan seorang Pemimpin Besar Bangsa Indonesia yang selalu melindungi seluruh rakyat indonesia dan seluruh jengkal tanah Kepulauan wilayah Republik Indonesia dari rongrongan bangsa lain. Selama darah saya masih merah dan tulang saya masih putih, saya akan berusaha untuk melindungi apa yang memang sudah menjadi hak milik saya, walaupun sebenarnya kita ini sama sekali tidak memiliki hak milik karena kita hanya punya hak pakai di dunia ini…Wassalam..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: