Posted by: NAFLA | December 3, 2009

SUDAH SIAPKAH ANDA MENIKAH

SAATNYA UNTUK MENIKAH

Apabila datang kepadamu seorang laki – laki datang untuk meminang yang engkau ridho terhadap agama dan akhlaqnya, maka nikahilah dia. Bila tidak engkau lakukan maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan akan timbul kerusakan yang merata di muka bumi.”(HR Tarmidzi dan Ahmad). Saya tidak tahu apakah ini merupakan HUKUM SEJARAH YANG DIGARISKAN ALLAH. Ketika orang MEMPERSULIT APA YANG DIMUDAHKAN ALLAH, MEREKA AKHIRNYA BENAR – BENAR MENDAPATI KEADAAN YANG SULIT DAN NYARIS TIDAK MENEMUKAN JALAN KELUARNYA.Mereka menunda – nunda pernikahan tanpa ALASAN SYAR’I dan akhirnya mereka benar – benar takut melangkah di saat hati sudah sangat menginginkannya. Atau ada yang sudah benar – benar gelisah tak kunjung ada yang mau serius.
Kadangkala lingkaran ketakutan itu berlanjut. Bila di usia dua puluh tahunan mereka menunda pernikahan karena alasan takut dengan ekonominya yang belum mapan, di usia menjelang tiga puluh hingga sampai tiga puluh lima berubah lagi masalahnya. Laki – laki mengalami SINDROM KEMAPANAN (meski wanita juga banyak yang demikian, terutama mendekati usia 30). Mereka (laki – laki) menginginkan pendamping yang sulit dipenuhi. Seperti HUKUM KATEGORI, semakin banyak kriteria semakin sedikit yang masuk kategori. Begitu pula KRITERIA TENTANG JODOH, ketika MENETAPKAN KRITERIA YANG TERLALU BANYAK MAKA AKHIRNYA BAHKAN TIDAK ADA YANG SESUAI DENGAN KEINGINAN KITA.
Sementara wanita yang sudah berusia sekitar 35 tahun, masalahnya bukan pada kriteria tetapi soal apakah ada orang yang mau menikah dengannya. Ketika usia sudah 40-an, ketakutan kaum laki – laki sudah berbeda lagi, kecuali bagi mereka yang tetap terjaga hatinya. Jika sebelumnya banyak kriteria yang dipasang pada usia 40-an muncul ketakutan apakah dapat mendampingi isteri yang dengan baik. Lebih – lebih ketika usia beranjak 50 tahun, ada ketakutan lain yang mencekam. Yaitu KEKHAWATIRAN KETIDAKMAMPUAN MENCARI NAFKAH sementara anak masih kecil. Atau ketika masalah nafkah tak merisaukan KHAWATIR KEMATIAN lebih dahulu menjemput sementara anak – anak masih banyak perlu dinasehati. Apabila tidak ada iman maka muncul keputusasaan.
WAHAI ALI JANGAN KAU TUNDA – TUNDA apa yang menghimpit saudara kita sehingga MEREKA SANGGUP MENETESKAN AIR MATA. Awalnya adalah KARENA MEREKA MENUNDA APA YANG HARUS DISEGERAKAN, MEMPERSULIT APA YANG SEHARUSNYA DIMUDAHKAN. Padahal Rasulullah SAW berpesan: Wahai Ali, ada TIGA PERKARA JANGAN DITUNDA – TUNDA, apabila SHOLAT TELAH TIBA WAKTUNYA, JENAZAH APABILA TELAH SIAP PENGUBURANNYA, dan PEREMPUAN APABILA TELAH DATANG LAKI – LAKI YANG SEPADAN MEMINANGNYA.”(HR Ahmad)
Hadits ini menunjukkan agar AGAR TIDAK BOLEH MEMPERSULIT PERNIKAHAN BAIK LANGSUNG MAUPUN TIDAK LANGSUNG. Secara LANGSUNG adalah menuntut mahar yang terlalu tinggi. Atau yang sejenis dengan itu. Ada lagi yang TIDAK SECARA LANGSUNG, mereka membuat kebiasaan yang mempersulit, meski nyata – nyata menuntut mahar yang tinggi atau resepsi yang mewah. Sebagian orang mengadakan acara peminangan sebagai acara tersendiri yang tidak boleh kalah mewah dari resepsi pernikahan. Sebagian lainnya melazimkan acara penyerahan hadiah atau uang belanja untuk biaya pernikahan secara tersendiri.
Bila seseorang tak kuat menahan beban, maka bisa saja melakukan penundaan pernikahan semata karena masalah ini. Saya sangat khawatir akan KERUHNYA NIAT dan BERGESERNYA TUJUAN. Sehingga pernikahan itu kehilangan barokahnya. Naudzubillah. Penyebab lain adalah LEMAHNYA KEYAKINAN KITA BAHWA ALLAH PASTI AKAN MEMBERI RIZKI atau bisa jadi CERMINAN DARI SIFAT TIDAK QONA’AH (mencukupkan diri dengan yang ada).
PILIHLAH YANG BERTAQWA, Suatu saat ada yang datang menemui Al Hasan (cucu Rasulullah) ia ingin bertanya sebaiknya dengan siapa putrinya menikah? maka Al Hasan ra berkata :
“KAWINKANLAH DIA DENGAN ORANG YANG BERTAQWA KEPADA ALLAH. SEBAB JIKA LAKI – LAKI MENCINTAINYA, IA MEMULIAKANNYA, DAN JIKA IA TIDAK MENYENANGINYA, IA TIDAK AKAN BERBUAT ZALIM KEPADANYA.”
Nasihat Al Hasan menuntun kita untuk MEMBENAHI PIKIRAN. Jika kita menikah dengan orang yang bertaqwa, cinta yang semula tidak ada meski cuma benihnya, dapat bersemi indah karena komitmen yang memenuhi jiwa. (Wallahu a’lam)
Reference : Seminar Keluarga Sakinah M. Fauzil Adhim

About these ads

Responses

  1. Wah….wah….udah ngebet nich……moga sukses,

  2. allo calon ka2k ipar.
    andai pean bnr jadian ma mb’ q aq bangga bgt. Cz pean pintar.

    ni fc q. dewi nurrohmawati
    wewi_nr@yahoo.com

  3. Perlu persiapan yang matang dengan tidak bermaksud menunda2…

    sebagai laki2 harus lebih persiapannya dr pada wanita…

    Ilmu, psikis..finansial (ini bukan sarat tp persiapan, sangune = bhsa jawane )

    bukan bgitu pak sarpan

    jgn lp mampir di blogku : http://nulisonline.blogspot.com/

    sukses buatmu teman……….

    konco lawas


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 27 other followers

%d bloggers like this: